KPWG

Komisi Pembinaan Warga Gereja

Periode Pelayanan 2026 - 2031
Tentang

Tentang KPWG

Gereja Toraja terpanggil membina seluruh warganya agar berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam iman, dan berbuah dalam kasih sebagai murid Kristus yang dewasa dan menjadi berkat bagi dunia.

Pembinaan Warga Gereja bukan sekadar kegiatan pengajaran, seremonial, atau pembinaan kelembagaan, melainkan proses pemuridan yang membentuk manusia seutuhnya dalam seluruh tahapan dan dimensi kehidupannya. Karena itu, Pembinaan Warga Gereja dilaksanakan secara holistik dengan mengembangkan spiritualitas, pengetahuan, karakter, kesehatan fisik dan mental, kecakapan hidup, relasi sosial, kepemimpinan, profesionalitas, tanggung jawab kebangsaan, serta kepedulian terhadap seluruh ciptaan.

Gereja Toraja menempatkan keluarga sebagai ruang pertama dan utama pembentukan iman melalui penguatan ecclesia domestica (gereja rumah tangga), sehingga setiap keluarga menjadi tempat doa, pengajaran iman, pembentukan karakter, pendampingan, persekutuan, dan kesaksian Injil.

Pembinaan Warga Gereja diarahkan untuk menjangkau seluruh warga, lintas usia, gender, profesi, kategorial, dan konteks kehidupan, dengan perhatian khusus kepada anak, generasi muda, keluarga, kelompok rentan, dan mereka yang menghadapi berbagai pergumulan kehidupan.

Pembinaan dilaksanakan secara kontekstual, personal, partisipatif, berkelanjutan, dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana agar setiap warga diperlengkapi menghadapi perubahan zaman serta mampu menjadi subjek pelayanan, bukan sekadar penerima pelayanan.

Dengan demikian, Pembinaan Warga Gereja menghasilkan warga yang teguh dalam kebenaran, bertumbuh dalam kasih, matang dalam iman, utuh dalam kehidupan, dan mampu menghadirkan damai sejahtera Allah bagi keluarga, gereja, masyarakat, bangsa, dan seluruh ciptaan.
Fokus Pelayanan

Program Prioritas

Periode Pelayanan 2026 - 2031

01

1. Rekonstruksi Sistem Pembinaan Warga Gereja

Melakukan pembaruan menyeluruh terhadap pola Pembinaan Warga Gereja. Pembinaan tidak lagi berpusat pada kegiatan seremonial, perlombaan, atau kegiatan sesaat. Pembinaan diarahkan menjadi proses pemuridan yang berlangsung secara teratur, berkelanjutan, dan menghasilkan pertumbuhan iman serta kedewasaan hidup.

02

2. Gerakan Ecclesia Domestica

Menempatkan keluarga sebagai ruang pertama dan utama pembentukan iman. Melalui penguatan ecclesia domestica, keluarga menjadi tempat doa, pembacaan Firman, pengajaran iman, pembentukan karakter, pendampingan, persekutuan, dan kesaksian Injil. Gereja hadir untuk memperlengkapi keluarga agar mampu menjadi komunitas iman yang hidup. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berlangsung di gedung gereja, tetapi juga berlangsung setiap hari di dalam rumah.

03

3. Kurikulum Pembinaan Warga Gereja Holistik

Menyusun dan mengembangkan kurikulum Pembinaan Warga Gereja yang mencakup seluruh dimensi kehidupan. Pembinaan meliputi spiritualitas, pengetahuan, karakter, kesehatan fisik dan mental, kecakapan hidup, relasi sosial, kepemimpinan, profesionalitas, tanggung jawab kebangsaan, literasi digital, budaya, dan kepedulian terhadap ciptaan. Kurikulum dikembangkan sesuai kebutuhan warga dan perubahan konteks kehidupan.

04

4. Pembinaan Berdasarkan Siklus Kehidupan

Mengembangkan pembinaan berdasarkan tahapan kehidupan. Pembinaan anak, remaja, pemuda, dewasa, keluarga, dan lanjut usia dikembangkan sesuai kebutuhan dan tantangan masing-masing. Perhatian khusus diberikan kepada generasi Beta dan Alpha, Generasi Z, keluarga muda, serta kelompok warga yang membutuhkan pendampingan khusus. Dengan pendekatan ini, tidak ada warga gereja yang berada di luar jangkauan pembinaan.

05

5. Gereja Ramah Anak dan Keluarga Aman

Membangun lingkungan gereja dan keluarga yang aman bagi setiap orang. Program ini mencakup pencegahan kekerasan terhadap anak, perundungan, kekerasan dalam keluarga, kekerasan seksual, serta berbagai bentuk perlakuan yang merendahkan martabat manusia. Gereja mengembangkan sistem edukasi, pencegahan, pendampingan, dan perlindungan bagi warga yang mengalami atau menghadapi risiko kekerasan.

06

6. Pembinaan Generasi Muda Holistik

Mengembangkan generasi muda sebagai subjek pelayanan dan masa depan Gereja Toraja. Pembinaan generasi muda mencakup iman, karakter, kepemimpinan, kesehatan mental, literasi digital, kreativitas, keterampilan, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif. Generasi muda tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi penerima pelayanan, tetapi diperlengkapi untuk memimpin, melayani, berkarya, dan menjadi berkat bagi masyarakat.

07

7. Pembinaan Warga Gereja Digital

Mengembangkan ekosistem pembinaan melalui teknologi digital. Program ini menyediakan bahan pembinaan, video, podcast, modul, kelas daring, bahan PA, pendidikan keluarga, kepemimpinan, dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat diakses oleh warga Gereja Toraja. Teknologi digunakan untuk memperluas jangkauan pembinaan tanpa kehilangan kedalaman relasi dan pendampingan.

08

8. Pembinaan untuk Kehidupan

Mengarahkan seluruh proses pembinaan agar menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan. Warga gereja diperlengkapi untuk menghidupi imannya di keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, dunia usaha, masyarakat, bangsa, dan lingkungan hidup. Pembinaan Warga Gereja dengan demikian tidak berhenti pada pengetahuan iman, tetapi menghasilkan manusia yang mampu menghadirkan kasih, keadilan, perdamaian, tanggung jawab, dan damai sejahtera Allah di tengah kehidupan.

09

ARAH AKHIR

Pembinaan Warga Gereja diarahkan untuk menghasilkan warga yang teguh dalam kebenaran, bertumbuh dalam kasih, kuat dalam iman, dan utuh dalam kehidupan. Warga Gereja Toraja diharapkan menjadi murid Kristus yang mampu menghadirkan Injil melalui kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keluarga, gereja, masyarakat, dan seluruh ciptaan menjadi ruang bersama tempat kasih Allah dihidupi dan damai sejahtera diwujudkan.

Personalia

Susunan Pengurus

Periode Pelayanan 2026 - 2031

Susunan pengurus belum tersedia.