Warta Sinodal

Diklat Operator Alat Berat II EMS Jerman Resmi Dibuka di SMK Kristen Tagari, Gratis untuk Umum

08 September 2026 Gereja Toraja 110 kali dibaca
Ketua Umum BPS Gereja Toraja bersama Kepala Sekolah SMK Kristen Tagari, Instruktur dan peserta diklat di depan alat berat bantuan EMS Jerman
Ketua Umum BPS Gereja Toraja bersama Kepala Sekolah SMK Kristen Tagari, Instruktur dan peserta diklat di depan alat berat bantuan EMS Jerman Foto: Inforkom Gereja Toraja - Krisnawati Ranteallo

EMS Jerman (Evangelical Mission in Solidarity) resmi membuka Diklat Operator Alat Berat Tahap II, bertempat di Vocational Training Tagari, SMK Kristen Tagari, Selasa (8/9/2026).

Diklat yang telah berjalan selama 17 tahun ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th., ditandai dengan prosesi simbolis pemasangan seragam kepada peserta diklat.

"Untuk tahun ini kita buka dua kali, yang lalu 80 orang dan sekarang 35 orang, yang terlaksana berkat kerja sama EMS Jerman dan Gereja Toraja. Diklat ini memang berfokus pada adik-adik yang tidak lanjut kuliah dan ingin masuk dunia kerja. Selain pelatihan teknis juga diajarkan K3 untuk keselamatan kerja, dan yang menarik alat pelatihan yang digunakan memang standar insdutri yang sama akan digunakan di industri nantinya. Belajar dengan baik, dan masuk dunia kerja itu attitude sangat penting, disiplin, melatih," ucapnya.

SMK Kristen Tagari, salah satu sekolah di bawah Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT), dipercaya sebagai pelaksana atas penunjukan Gereja Toraja. Dari sisi kelengkapan sarana dan alat, sudah terverifikasi, para intruktur berkomitmen dalam memperlengkapi peserta diklat dalam pemenuhan keterampilan menjadi tenaga siap kerja.

"Belum ada sekolah yang selama 17 tahun melaksanakan diklat operator secara gratis. Semua ini bisa kita nikmati bersama atas dukungan BPS Gereja Toraja sehingga kerja sama ini bisa terus berlangsung. Terima kasih atas dukungan dari EMS Jerman, dan kami dipercaya sebagai pelaksana dan kami dapat menyalurkan berkat-berkat dari luar, berbagi bersama di SMK Kristen Tagari," ungkap Kepala Sekolah SMK Kristen Tagari, Pnt. Micha Pairunan, 

Program ini merupakan wujud solidaritas dan kemitraan bersama gereja-gereja anggota dan mitra EMS dalam mendukung pendidikan yang membangun kehidupan dan menjunjung martabat manusia. Dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari panggilan bersama gereja-gereja untuk saling menopang dalam menghadirkan pendidikan yang memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertumbuh, mengembangkan potensi, dan menjalani kehidupan yang bermartabat.

Program ini bertujuan memperlengkapi skill peserta agar siap masuk dunia kerja, sekaligus menjangkau lebih banyak anak yang memiliki keterbatasan biaya, mengingat pelatihan alat berat secara mandiri umumnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mikael, peserta diklat asal Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi peserta terjauh yang berkesempatan terpilih dalam tahap II ini, menjadi gambaran keberagaman dan menjangkau banyak anak-anak yang membutuhkan skill dan keterampilan untuk mencapai duni kerja.

Tuhan menolong untuk semua proses diklat, para instruktur terlatih dan kepala sekolah serta peserta diklat.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya