Yayasan Marampa' Tallu Lolona (YMT) bersama Komisi Pekabaran Injil (KPI) dan Gereformeerde Zendingsbond (GZB) berpadu menyelenggarakan kegiatan Faith and Farming, berlokasi di Balai Latihan Yayasan Marampa' Tallu Lolona, Kamis (10/9/2026).
Faith and Farming menghadirkan Peter Jan de Vries asal Belanda, magister ekologi yang melaksanakan pelayanan misi di Korowai, Papua melalui SIL Internasional sebagai Konnsultan Kepedulian Lingkungan. Peter membagikan modul-modul yang dapat digunakan oleh pelayan Tuhan di Gereja Toraja, menekankan melalui pertanian gereja bisa hadir memberkati.
"Lewat pertanian gereja bisa hadir memberkati. Alam ini cukup menyediakan segala yang kita butuhkan, dan perlu kita tahu tugas pertama manusia dalam alkitab adalah menjadi petani, mengelola alam ciptaan Tuhan. Kami datang membimbing untuk suatu proses, bukan memberikan kursus. Ada beberapa Tim SIL di Indonesia yang bisa datang ke Toraja secara berkelanjutan," ucapnya.
Peter memberi kesimpulan dari semua model berada pada bagaimana kita bisa mengasihi alam ciptaan Tuhan.
"Tuhan kasih izin kepada manusia untuk boleh ambil dan hidup dari sumber alam ciptaan, tetapi Dia kasih batas juga supaya alam tetap hidup,"sambungnya.
Yayasan Marampa' Tallu Lolona dihadirkan oleh Gereja Toraja sebagai wadah kebun percontohan yang berfokus pada pelayanan lingkungan hidup. Pengurus yang ditempatkan dalam yayasan ini merupakan individu dan pendeta yang memiliki kepedulian serta konsentrasi khusus terhadap isu-isu lingkungan.
"Melalui kerja sama ini target kita adalah lebih menjelaskan apa hubungannya pertanian dan iman kristen, dan menurut kami itu sangat erat sekali ya, karena bertani itu adalah bagian dari iman. Bahwa marilah kita bertani secara organik tidak merusak lingkungan. Kemudian di Yayasan Marampa Tallu Lolona juga ke depan kita akan membuat pupuk-pupuk organik, baik itu pupuk padat dan cair," sebut Ketua Yayasan Marampa' Tallu Lolona, Dkn. Harun Rantelembang, S.T.
Sekretaris Komisi Pekabaran Injil, Pdt. Dr. Semuel Tulak, M.Mis., menyampaikan harapannya di masa yang akan datang YMT dapat bersinergi dengan Komisi PI secara khusus di beberapa tempat di wilayah khusus PI.
"Di Padang Alla dan kepada anak-anak di Asrama Suppiran, supaya anak-anak diberdayakan sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi karena selama ini masih di support biaya dari Komisi PI setiap bulannya. Apa yang dibicarakan hari ini, termasuk gagasan tentang pertanian terimntegrasi, itu juga dapat dilakukan di wilayah PI," jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan setiap Lembaga Pelayanan Gerejawi (LPG), Organisasi Intra Gereja (OIG), serta pemuda-pemudi. Ini wujud nyata pelaksanaan visi Gereja Toraja 2026-2031: "Melayani Bersama dalam Harmoni", khususnya dalam semangat kepedulian terhadap ciptaan Tuhan.