Penyiapan Proponen Tahap II Angkatan XXIII resmi ditutup di Aula Institut Teologi Gereja Toraja (ITGT), Rabu (9/9/2026). Penutupan kegiatan ini dipimpin oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Pdt. Dr. Christian Tanduk, M.Th., M.H.
Kegiatan penyiapan ini diikuti oleh 35 orang proponen bersama 1 orang pendeta yang baru diterima pada Sidang Sinode Am XXVI yang lalu. Selama masa pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai pendekatan pelayanan sebagai persiapan sebelum kembali ke jemaat masing-masing untuk melanjutkan proses menuju pengurapan sebagai pendeta.
Dalam pesan kasih yang disampaikan, Pdt. Dr. Christian Tanduk menekankan bahwa inti dari proses penyiapan ini bukan sekadar pada keterampilan, melainkan pada pertumbuhan spiritualitas para proponen, dan mengingatkan bahwa merekalah yang akan membangun kultur Gereja Toraja ke depan, sehingga kehadiran mereka di tengah jemaat kelak harus membawa ketenangan jiwa dan ketenangan hati.
"Kita di sini belajar untuk mengelola setiap pergumulan, bukan tentang keterampilan, tapi spiritualitasmu. Tetaplah kerjakan itu dan Tuhan yang akan menentukan. Kamulah yang akan membangun kultur Gereja Toraja ke depan, jadi yang paling penting adalah pertumbuhan spiritualitasmu seperti apa," ujar Pdt. Christian Tanduk.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Penyiapan Calon Pendeta, Pdt. Helma Yances Pasulu, M.Si., turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini.
"Kami bersyukur bahwa 35 orang proponen dan 1 pendeta yang baru diterima pada Sidang Sinode Am yang lalu ikut bergabung dalam pelatihan ini. Bersyukur pula bahwa jemaat-jemaat boleh mendukung proponennya untuk mengikuti kegiatan ini," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa setelah kegiatan ini, para proponen akan kembali ke jemaat masing-masing untuk berproses dan mempersiapkan diri menuju pengurapan sebagai pendeta. Mari dukung setiap kegiatan yang yang dilakukan oleh proponen, setiap kegiatan yang dilakukan oleh Institut Teologi Gereja Toraja. Semua untuk kemuliaan Tuhan.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Gereja Toraja dalam mempersiapkan para calon pelayan yang berkualitas, selaras dengan visi Gereja Toraja 2026-2031 "Gereja Toraja Melayani Bersama dalam Harmoni", di mana pelayanan dibangun bukan hanya di atas kompetensi, tetapi juga kedalaman spiritualitas yang berakar pada Firman Tuhan.
Kiranya para proponen yang telah menyelesaikan tahap penyiapan ini semakin diteguhkan dalam iman dan panggilan pelayanannya, sehingga menjadi berkat bagi jemaat yang akan mereka layani.