Yayasan Marampa Tallulolona Gereja Toraja melaksanakan kegiatan pelepasan 200 ekor ikan Sidat (Anguilla Marmorata), yang dalam bahasa Toraja disebut Masapi Sarume, di aliran Sungai Sa'dan, tepatnya di Eran Batu, Toraja Utara, Rabu (19/08/2026).
Jenis ikan ini dikenal memiliki kebiasaan unik masuk ke celah-celah bebatuan dan membuka mata air, sehingga keberadaannya turut menjaga kelestarian sumber air di sekitar aliran sungai. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menghayati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus respon atas kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung di Toraja.
"Momentum ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan hidup. Saya sudah menyiapkan benih ini selama satu tahun. Hari ini kita laksanakan di Tikala dan Eran Batu, tapi langkah ini tidak berhenti sampai di sini — kami akan melanjutkan pelepasan di beberapa titik lainnya. Harapan kami, alam Toraja terus terpelihara, terutama berharap musim hujan akan segera datang." kata Pdt. Rasely Sinampe, S.Th., Anggota Yayasan Marampa Tallulona.
Kegiatan pelepasan ikan ini dapat terlaksana berkat kolaborasi dengan pemerintah setempat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, serta aparat Lembang Rindingallo yang mewakili masyarakat. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan gereja terhadap lingkungan hidup dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, akan terus mewujudkan visi Gereja Toraja periode 2026–2031, "Melayani Bersama dalam Harmoni" — harmoni antara gereja, pemerintah, masyarakat, dan alam ciptaan Tuhan.